Info Komunitas

Kamis, 01 Desember 2011

Tour D'Java Part Solo

Tour D’Java Part Solo

Kota Budaya Penuh Makna

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, berganti hari – demi hari, Sabtu yang dinanti pun tiba. Manakala minggu pertama ujian tengah semester telah terlewati dengan penuh beban dikepala. Disaat itulah aku butuh penyegaran diri, aku butuh perjalanan yang belum pernah aku tempuh. Demi menyegarkan kembali sel – sel otak yanng mulai lemah akibat terlalu banyak diperas. Hari itu adalah ujian ideologi Pancasila, aku datang ke kampus dengan perasaan menggebu untuk menyelesaikan ujian lalu pergi kemanapun yang aku mau. Ternyata Allah berpihak kepadaku, ujian tersebut tidak di kerjakan di kelas namun dibawa pulang lalu dikumpulkan dua hari yang akan datang. Wow! Really? Am i dreaming? Hahaha, wajar saja aku terkejut, ini adalah tahun pertamaku memasuki dunia kampus dan inilah pertama kalinya aku mendapatkan ujian yang boleh dibawa pulang. Betapa senangnya hatiku saat itu, semangat merasuki tubuhku, jiwa – jiwa pejuang 45 seperti berkumpul di dalamnya. Semangat untuk apa? Ya semangat untuk menikmati weekend di antara ujian tengah semester ini. Hahaha....

Setelah mengambil kertas soal, aku dan beberapa temenku berkumpul di lobby kampus dan membicarakan tujuan wisata kami hari ini. “SOLO”, kataku dengan penuh semangat. Ya, aku pengen sekali ke Solo, kota yang penuh budaya di sebelah Yogyakarta itu. Aku ingin menginjakkan kakiku disana lalu berfoto dan kemudian mencoret kota Solo yang ada di peta pulau Jawa yang aku tempel di dinding kamarku. “Boleh tuh Solo, dekat sih, tapi panas kalo pakai motor”, celetuk Lia, salah seorang teman perempuanku. “Hmm, di rumahku ada mobil gak dipakai, mobil Honda Jazz, muat gak ya?”, kata Icha. “Ya kalo hanya berenam, dicukup – cukupin deh, yang penting sampai disana”, kataku dengan semangat membara. “Ok, tapi patungan beli bensin ya..”, kata Icha. Kendaraan menuju kota budaya telah di dapat, selanjutnya kami menentukan jam dan tempat berkumpul.

Dengan wajah ceria penuh semangat aku pulang ke kostku dan berkemas barang – barang yang akan dibawa ke Solo. Satu benda yang wajib dibawa adalah Kamera DSLR. Bukan punyaku sih, aku pinjam dari seorang sahabat baikkku, Rifky namanya. Lupakan tentang kamera pinjaman. It’s time to traveling and have fun.Yeaahh! Setelah semuanya berkumpul di rumahnya Icha kami pun bersiap untuk berangkat. Eits, sebelum berangkat sholat zuhur dulu dong, biar tenang dan selamat sampai tujuan. Oke! Semuanya sudah sholat, mari di absen dulu, Intan, Lia, Fiqa, Nauval, dan Icha, are you ready guys? Let’s go to Solo :D

Senandung lagu merdu mengiringi perjalanan kami, canda tawa dan gurauan nakal menyemangatiku untuk tetap menginjak pedal gas. Tak ada rasa lelah yang menghampiri, hanya rasa lapar yang kami tahan sejak pertengahan perjalanan. Sejam telah berlalu dan sebentar lagi kami akan memasuki kota wisata tujuan kami. “ Selamat Datang di Surakarta “, kalo gak salah itulah tulisan yang ada di gerbang kota Solo saat akan memasuki jalan utama. Hehehe. Tak ada tempat wisata yang kami pikirkan saat itu, pikiran kami hanyalah mencari makanan di tempat terdekat. Kelaparan melanda para petualang. Akhirnya kami berhenti di depan Solo Grand Mall, karena di pinggir jalan tersebut banyak terdapat warung – warung tenda yang menjual makanan. Aku pakirkan mobil di sela – sela mobil yang terparkir di jalan Slamet Riyadi Solo. Kami pun masuk ke dalam Solo Grand Mall, awalnya sih berniat mencari makan, tapi ternyata Toilet adalah persinggahan pertama. Dan kami hanya menumpang membuang air kecil di mall tersebut. Agak konyol, but it’s the reality. Kami keluar lagi dan mencari tempat makan yang sesuai selera kami di trotoar jalan. Selera makan dan selera kantong anak kost tentunya, hehehe. Semua telah dilewati namun tak ada satupun warung makan yang kami singgahi, hanya melihat – lihat menu dari spanduk yang terpasang di gerobak. Malah mengambil kamera dan berfoto ria di jalanan. Setelah puas foto dan perut ini berteriak semakin keras, barulah kami duduk di salah satu warung tenda.  Pesananku adalah Ayam Bakar dan Es Teh. Hmm,,yummy! Ayam bakarnya gede dan sambalnya mantap! Membuat keringat bercucuran seperti lagi ngegym..haha.. “Wah, ini sih lebih dari 10 ribu nih semuanya”, kataku dalam hati sambil menikmati lezatnya ayam bakar. Oia, aku lupa, di Solo aku menghubungi seorang sahabat karibku sejak SMA. Ia kuliah di UMS, Opik nama panggilannya. Ini baru teman yang baik, sekali aja aku telpon dia langsung menyusulku. Maklum, kami tidak tahu jalan – jalan di kota ini, jadi aku menghubungi Opik untuk jadi tourguide kami sekaligus fotografer..hehe..

Puas makan dan perut sudah tidak berkomentar lagi, narsis pu kembali melanda. Kami berfoto – foto dulu sebelum membayar dan meninggalkan tempat makan. “Ayam Bakar sama Es teh, 8 ribu aja mas”, kata penjual makanan. “Hah?! Murah ya ternyata, udah banyak, ayamnya besar lagi, gak nyesel aku makan di situ”, ucapku dalam hati.

Kemudian kami melanjutkan menuju ke Keraton Surakarta, sesampainya disana terlihat banyak orang yang juga sedang berwisata ke Keraton. Kami berjalan menuju ke Keraton. Sepanjang jalan kami berfoto di tempat yang menarik. Wow! Aku kaget ketika memasuki halaman keraton. Seperti tidak ada kehidupan di dalamnya. Sepi dan pintu tertutup rapat, hanya ada para wisatawan yang sedang berfoto di halaman keraton. Setelah puas berfoto di halaman keraton kami menuju Masjid Ageng yang ada di dekat Keraton untuk menunaikan sholat Ashar. Masjid Ageng Surakarta bernuansa bangunan tua yang masih terawat dengan baik, banyak orang yang sedang menunaikan sholat di sana. Bagian dalam dari masjid itu sangat luas dan rapi, suasana di dalamnya tenang dan damai. The next destination adalah Monumen Pers, tapi masalahnya adalah tidak satupun dari kami yang tahu menuju jalan kesana. Akhirnya kami bertanya pada juru parkir yang ada di Keraton, ia menjelaskan dengan baik, tapi tetap aja aku gak ngerti..hahaha.. Ya sudahlah, jalan aja, ikuti petunjuk jalan yang ada dan petunjuk dari hati. Dan hasilnya adalah kami tersesat dan melewati jalan Slamet Riyadi lagi. Tetapi aku tetap melanjutkan perjalanan dan mencoba jalan lain yang belum pernah aku lewati, sembari jalan kami berhenti untuk membeli minum di Alfamart di dekat stasiun Solo Balapan. Aku bertanya lagi pada juru parkir, dan ia berkata bahwa Monumen Pers ada di depan sana. Yeah! We get it.... Kami melanjutkan perjalanan lagi dan tak lama kemudian kami menemukan tempat yang kami tuju tersebut. Sudah capek berkeliling untuk menemukan Monumen tersebut, apalagi yang dilakukan kalo bukan berfoto. Hahaha... It’s one of the purpose why i really want to go, Photography!

Oke, semua tempat tujuan telah dipenuhi. Foto – foto narsis sudah banyak tersimpan dalam memori kamera. Ini saatnya kami kembali ke Yogyakarta karena matahari telah terbenam. Kami pulang dengan perasaan bahagia dan puas karena telah sampai Solo, terutama aku yang baru kali itu ke Solo. Aku puas dan senang sekali, satu kota telah aku kunjungi dan akan tercoret di peta Pulau Jawaku. Perlahan tapi pasti aku ingin menjelajahi Pulau Jawa ini dan Indonesia tentunya.

1 komentar:

[...] Sejam telah berlalu dan sebentar lagi kami akan memasuki kota wisata tujuan kami. Baca Selengkapnya: http://blog.umy.ac.id/itsaboutlife/2011/12/01/tour-djava-part-solo/ [...]

Posting Komentar